Rabu, 29 Juni 2011

PENGOLAHAN LIMBAH PABRIK SOSRO

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sumber daya adalah tulang punggung ekonomi setiap negara. Dalam menggunakan sumber daya dan mengubah perekonomian lebih baik. Dimensi pemanfaatan sumberdaya saat ini sangat jauh diharapkan. Selain itu, konsekuensi dari penggunaan sumber daya dalam hal dampak lingkungan dapat menyebabkan kerusakan serius yang melampaui daya dukung lingkungan.
Merosotnya kondisi lingkungan pada akhir-akhir ini ternyata sudah pada kondisi yang sangat memprihatinkan. Sebagai salah satu penyebabnya adalah gencarnya ekspansi industri yang digunakan sebagai dasar pembangunan, melalui perkembangan industri terbukti mampu menjawab permasalahan kemiskinan dan kesenjangan sosial, tetapi keberhasilan ini harus dibayar mahal dengan dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan. Dampak yang muncul diantaranya adalah deteriosasi ekologis, baik yang berupa kerusakan tanah (soil depletion), penyusutan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable resources), berkurangnya lahan produktif pertanian dan pengundulan hutan yang akhirnya menyebabkan musibah banjir. Pada sisi lain air semakin tercemar dan tidak layak untuk diminum, udarapun semakin terpolusi akibat meningkatnya kadar CO2 sehingga bukan hanya akan menyesakan nafas namun juga menyebabkan perubahan atmosfir. Dampak yang kemudian muncul adalah pemanasan global (global warming).
Apabila kondisi tersebut dibiarkan bukan mustahil kehidupan ekosistem alam akan rusak dan kehidupan manusia akan lebih sengsara karena alam tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan dasar bagi manusia. Kondisi inilah yang menimbulkan peningkatan kesadaran dan kepedulian lingkungan masyarakat dunia, selain itu telah melahirkan berbagai gerakan serta kampanye lingkungan sebagai reaksi atas kerusakan alam. Salah satunya adalah gerakan konsumen hijau (green consumer) yang cenderung mempengaruhi masyarakat luas untuk mengkonsumsi produk yang peduli lingkungan. Gerakan ini melahirkan persyaratan dalam perdagangan internasional seperti ecolabelling, cleaner production, dan eco-efisiensi.
Hal inilah yang dijadikan dasar bagi industri untuk peduli terhadap lingkungan, kondisi ini juga yang berpengaruh terhadap berbagai usaha yang pemanfaatan sumberdaya alam harus memperhatikan isu-isu lingkungan dalam mengelola usahanya. Tidak heran apabila bencana alam semakin dekat dan terbiasa dengan kehidupan masyakat di Indonesia. Atas nama ekonomi, alam diekploitasi tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang dapat mengancam kehidupan manusia itu sendiri.
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).
Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
Teh merupakan salah satu minuman yang sangat populer di dunia. Teh dibuat dari pucuk daun muda tanaman teh. Pada PT Sinar Sosro merupakan perusahaan industri yang mengolah teh yang menghasilkan output produk minuman botol. Dalam proses produksi tentu menghasilkan limbah padat dan limbah cair yang pasti mempengaruhi lingkungan sekitar.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana proses pengolahan limbah produksi pabrik PT Sinar Sosro ?
2. Bagaimana dampak pengolahan limbah terhadap lingkungan sekitar ?
C. TUJUAN
1. Mengetahui proses pengolahan limbah padat maupun cair dari proses produksi minuman teh botol pada pabrik PT Sinar Sosro.
2. Mengetahui pengaruh dan dampak hasil pengolahan limbah terhadap lingkungan sekitar.




BAB II
PEMBAHASAN

Limbah adalah segala sesuatu bahan yang tidak di pakai lagi yang seharusnya memang baik secara penanaman ataupun pembuangan ke saluran air. Air akan tercemar bila di kenai limbah domestik ataupun non domestik. Berbagai cara telah dilakukan untuk membebaskan pengaruh limbah yang merugikan, karena air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan. Tujuan utama dari proses pengolahan limbah PT. Sinar Sosro adalah untuk memperbaiki kualitas limbah buangan dari pabrik tersebut, agar memenuhi kelayakan untuk di buang kelingkungan ( ke-ekosistem di sekitarnya) Di PT. Sinar Sosro Palembang ada 2 jenis limbah industri yang dihasilkan, Limbah padat dan limbah cair. Limbah padat berupa ampas teh dan limbah cair berupa air bekas pembersihan botol serta sebagai pendukung dalam proses produksi minuman teh botol sosro.
A. Proses Pengolahan Limbah Produksi Pabrik PT Sinar Sosro
1. Limbah Padat
Limbah padat di PT. sinar sosro palembang adalah berupa ampas teh yang dijadikan pupuk tanaman melalui proses pengolahan secara termofil. Termofil yaitu pengolahan dengan menggunakan jamur dan bakteri termofil.
Proses pengolahan limbah padat ini adalah sebagai berikut:
a. Ampas teh
Ampas teh dari sisa penyeduhan di letakkan pada bak atau tempat khusus yang telah disediakan.
b. Pendinginan
Ampas teh yang telah dibiarkan di tanah akan di dinginkan selama satu hari.
c. Penguraian
Penguraian dengan penanaman mikroorganisme pada proses ini diberikan mikroorganisme untuk menguraikan ampas the atau zatorganic.
d. Pembalikan
Setelah melalui proses di atas maka dilanjutkan dengan proses pembalikan dengan waktu seminggu sekali.
e. Kompos
Setelah pembalikan ampas the di biarkan membusuk selama 1 bulan dan kemudian akan menjadi kompos.
2. Limbah Cair
Pengolahan preatreatment
Preatreatment adalah pengolahan awal limbah cair teh yang baru di buang dari pabrik sebelum memasuki proses tahapan utama. Berikut ini adalah tahapan- tahapan pengolahan awal tersebut:
a. Screen press
Alat ini digunakan untuk menyaring, menyeleksi dan membuang kotoran- kotoran dan padatan, seperti sampah pabrik, pipet, kertas, dan lainnya dari limbah.
b. Sump pit
Sump pit adalah bak penampung sementara limbah dari screen press yang memiliki 2 unit pompa (influent pump) yan bertugas memompakan limbah ke bak equalisasi.
c. Cooling tower
Limbah cair yang masuk ke bak equalisasi oleh unit ini didinginkan terlebih dahulu.
d. Bak equalisasi dan agitator
Bak ini adalah tempat menghomogenkan kualitas dan kuantitas air limbah yang masuk ke dalam bak ini serta sebagai tempat untuk prosesasi difikasi melalui fermentasi. Untuk mempercepat homogenisasi maka digunakan agitator. Penambahan bahan nutrisi juga di lakukan untuk makanan bakteri yaitu pupuk urea atau sumber nitrogen dan pupuk super phosphate (sumber posfat).
Pengolahan Limbah secara aerobic
a. Bak Aerasi
Limbah yang keluar dari proses anaerobic memiliki kualitas limbah yang begitu baik, sehingga bak ini terjadi proses penyempurnaan. Limbah mengalami pengolahan oleh bakteri lumpur aerob, dimana baktteri pengolah materi-materi sisa yang terbiodegradasi pada proses aerobic menjadi CO2 dan sel bakteri baru.
b. Final clarifier
Pada bak ini prosesnya adalah pengendapan dimana Activated ludge dipisahkan dari air limbah yang bersih, lumpur aktif yang mengendap disirkulasi ke bak aerasi, ataupun bila di perlukan disirkulasi kembali ke bak equalisasi. Kotoran-kotoran yang melayang tersapu masuk ke bak effluent untuk di buang, sementara itu, air limbah bersih mengalir secara overflow ke kolam indikator.
c. Kolam indikator
Pada kolam ini diisikan dengan ikan sebagai indikatorkualitas air. Setelah dialirkan ke kolom indikator, air di buang ke saluran pembuangan seperti selokan atau sungai.
Dari proses tersebut dapat terlihat sesuai lampiran bahwa air yang kotor dibuang kembali ke alam dalam keadaan bersih dengan proses pengolahan yang baik.
B. Dampak Pengolahan Limbah terhadap Lingkungan Sekitar
Adapun peran PT Sinar Sosro peduli terhadap lingkungan merupakan filosofi PT ini sehingga PT Sinar Sosro ramah lingkungan yang mengolah semua limbah menjadi bermanfaat. Bahkan menciptakan taman serta kebun karet dan kebun singkong dan kolam Ikan.
















BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
• Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga).
• PT. Sinar Sosro Palembang ada 2 jenis limbah industri yang dihasilkan, Limbah padat dan limbah cair. Limbah padat berupa ampas teh dan limbah cair berupa air bekas pembersihan botol serta sebagai pendukung dalam proses produksi minuman teh botol sosro.
• Pengolahan limbah yang baik akan menghasilkan lingkungan yang baik.
B. Saran
Buat PT Sinar Sosro supaya kedepannya lebih memperbanyak menanam pohon dengan pupuk hasil pengolahan limbah, supaya udara semakin sejuk di lingkungan sekitar dan juga bila perlu membuat agrowisata alam.


DAFTAR PUSTAKA

http://tobirin.blog.unsoed.ac.id/2010/05/17/analisis-sosial-ekonomi-dalam-kajian-dampak-lingkungan-pemanfaatan-potensi-tanah-liat-di-desa-lumbir-kabupaten-banyumas/
http://www.scribd.com/doc/53386502/23/Pengolahan-limbah-padat

Minggu, 12 Juni 2011

PEMBANGUNAN PERTANIAN

1. Apa yang anda ketahui dari sawah pasang surut, tadah hujan, irigasi dan sawah lebak, jelaskan menurut anda?
Jawab :
Sawah Pasang Surut
Sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut. Lahan pasang surut adalah lahan yang pada musim penghujan (bulan desember-mei) permukaan air pada sawah akan naik sehingga tidak dapat di tanami padi. Pada musim kemarau (bulan juli-september) air permukaan akan surut yang mana pada saat itu tanaman padi sawah baru dapat ditanam (pada lokasi yang berair).
Sawah Tadah Hujan
Sawah tadah hujan adalah sawah yang sumber air utamanya berasal dari curah hujan. Sawah tadah hujan adalah sawah yang pengairannya hanya mengharapkan dari turunnya hujan sedangkan sawah pengairan adalah sawah yang pengairannya dari sumber air di sekitar persawahan tersebut baik dari mata air yang ada di sekitar sawah, dam kecil atau dari sungai-sungai kecil atau besar yang melintasi sawah tersebut.
Sawah Irigasi
Sawah Irigasi adalah sawah yang sumber air utamanya berasal dari air irigasi. Berdasarkan pengairannya lahan sawah dibedakan atas berbagai macam salah satunya adalah Sawah Berpengairan (Irigasi) yaitu lahan sawah yang memperoleh pengairan dari sistem irigasi, baik yang bangunan penyadap dan jaringan-jaringannya diatur dan dikuasai dinas pengairan PU maupun dikelola sendiri oleh masyarakat.
Lahan sawah irigasi terdiri atas :
Sawah Irigasi Teknis
Sawah yang memperoleh pengairan dimana saluran pemberi terpisah dari saluran pembuang agar penyediaan dan pembagian irigasi dapat sepenuhnya diatur dan diukur dengan mudah. Jaringan seperti ini biasanya terdiri dari saluran induk, sekunder dan tersier. Saluran induk, sekunder serta bangunannya dibangun, dikuasai dan dipelihara oleh Pemerintah.

Sawah Irigasi Setengah Teknis
Sawah berpengairan teknis akan tetapi pemerintah hanya menguasai bangunan penyadap untuk dapat mengatur dan mengukur pemasukan air, sedangkan jaringan selanjutnya tidak diukur dan dikuasai pemerintah.
Sawah Irigasi Sederhana
Sawah yang memperoleh pengairan dimana cara pembagian dan pembuangan airnya belum teratur,walaupun pemerintah sudah ikut membangun sebagian dari jaringan tersebut (misalnya biaya membuat bendungannya).
Sawah Lebak
Sawah rendahan yang tergenang secara periodik sekurang-kurangnya tiga sampai enam bulan secara kumulatif dalam setahun, dan dapat kering atau lembab tiga bulan secara komulatif dalam setahun. Lahan lebak yang berpotensi sebagai sawah lebak banyak dijumpai di seluruh nusantara tersebar di pulau sumatera dan Kalimatan yang mempunyai banyak sungai dan berpeluang baik. Berdasarkan jenisnya, sawah lebak termasuk dalam sumberdaya alam hayati (biotik). Berdasarkan sifat/kelestariannya, sawah lebak termasuk dalam sumberdaya alam terbaharukan (renewable resources). Sedangkan berdasarkan tempatnya, sawah lebak tergolong sumberdaya alam di darat. Adapun berdasarkan potensi penggunaannya, sawah lebak termasuk sumberdaya ruang.

2. Jelaskan menurut anda mengapa pembangunan pertanian penting di indonesia khususnya pada sawah dan apakah ada hubungan antara pembangunan pertanian dengan tingkat kesejahteraan!
Jawab :
Pembangunan pertanian dapat didefinisikan sebagai suatu proses perubahan sosial. Implementasinya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan status dan kesejahteraan petani semata, tetapi sekaligus juga dimaksudkan untuk mengembangkan potensi sumberdaya manusia baik secara ekonomi, sosial, politik, budaya, lingkungan, maupun melalui perbaikan (improvement), pertumbuhan (growth) dan perubahan (change).
Revolusi hijau lestari (RHL) akan lebih mengarah kepada pengembangan lahan sub optimal yang mencakup lahan kering, sawah tadah hujan (STH) dan sawah pasang surut serta lahan rawa lebak. Pengembangan lahan sub optimal akan menjadi alternatif pengadaan pangan masa depan karena lahan sawah subur banyak beralih fungsi untuk kepentingan non pertanian. Tantangan untuk pemenuhan kebutuhan kepentingan pangan masa depan akan semakin berat karena laju tingkat produktivitas lahan sawah irigasi juga cenderung menurun dan penduduk semakin bertambah.
Syarat pokok pembangunan pertanian meliputi: (1) adanya pasar untuk hasil-hasil usahatani, (2) teknologi yang senantiasa berkembang, (3) tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal, (3) adanya perangsang produksi bagi petani, dan (5) tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinyu. Adapun syarat pelancar pembangunan pertanian meliputi: (1) pendidikan pembangunan, (2) kredit produksi, (3) kegiatan gotong royong petani, (4) perbaikan dan perluasan tanah pertanian, dan (5) perencanaan nasional pembangunan pertanian. Dalam hal ini antara pembangunan dan kesejahteraan mempunyai hubungan yang erat. Semakin berkembang pembangunan pertanian semakin sejahtera masyarakat.
Penggunaan pertumbuhan PDB sebagai insikator kesejahteraan makro hasilnya tidak sejalan dengan penggunaan pangsa pengeluaran pangan sebagai indikator mikro untuk melihat tingkat kesejahteraan. Secara makro, pangsa PDB pertanian yang relatif kecil masih menanggung beban menyerap angkatan kerja dalam pangsa yang relatif besar sehingga produktivitasnya menjadi rendah. Secara mikro kondisi ini terlihat secara konsisten bahwa rumah tangga nonpertanian lebih sejahtera dibandingkan rumah tangga pertanian baik di desa maupun di kota, serta pada kelompok dengan pendapatan yang sama.
Pemerataan pembangunan tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan penduduk diberbagai lapisan, tetapi dapat juga mengurangi permasalahan sosial dan politik akibat meningkatnya migrasi ke kota besar di Jawa dan Bali, serta meningkatnya ketahanan pangan melalui peningkatan produksi pangan untuk meningkatkan pendapatan penduduk pedesaan.

3. Jelaskan definisi pertanian berkelanjutan pada pembangunan pertanian sawah irigasi berkelanjutan dan ceritakan mengapa ada pertanian berkelanjutan!
Jawab :
Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) adalah pemanfaatan sumber daya yang dapat diperbaharui dan sumberdaya tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources), untuk proses produksi pertanian dengan menekan dampak negatif terhadap lingkungan seminimal mungkin. Keberlanjutan yang dimaksud meliputi : penggunaan sumberdaya, kualitas dan kuantitas produksi, serta lingkungannya. Proses produksi pertanian yang berkelanjutan akan lebih mengarah pada penggunaan produk hayati yang ramah terhadap lingkungan. Sebagai Negara agraris seharusnya sektor pertanian diprioritaskan lebih dulu, jika industrialisasi akan dilakukan. Keberhasilan sektor industri tergantung dari suatu pembangunan pertanian yang dapat menjadi landasan pertumbuhan ekonomi.
Sektor pertanian telah dan terus dituntut berperan dalam perekonomian nasional melalui pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), perolehan devisa, penyediaan pangan dan bahan baku industri, pengentasan kemiskinan, penyedia lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Selain kontribusi langsung, sektor pertanian juga memiliki kontribusi yang tidak langsung berupa efek pengganda (multiplier effect), yaitu keterkaitan input-output antar industri, konsumsi dan investasi.
Dampak pengganda tersebut relatif besar sehingga sektor pertanian layak dijadikan sebagai sektor andalan dalam pembangunan ekonomi nasional. Oleh karena itu sangatlah tepat bila salah satu agenda pembangunan ekonomi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) adalah Revitalisasi Pertanian. Pada masa krisis, sektor pertanian terbukti lebih tangguh bertahan dan mampu pulih lebih cepat dibanding sektor-sektor lain, sehingga berperan sebagai penyangga pembangunan nasional. Peran tersebut terutama dalam penyediaan kebutuhan pangan pokok, perolehan devisa, penyedia lapangan kerja, dan penanggulangan kemiskinan. Sektor pertanian juga menjadi andalan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi perdesaan melalui pengembangan usaha berbasis pertanian. Dengan pertumbuhan yang terus positif secara konsisten, sektor pertanian berperan besar dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada periode pemulihan pasca krisis, pembangunan pertanian telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Secara umum, sektor pertanian telah mampu melepaskan diri dari ancaman keterpurukan yang berkepanjangan, terlepas dari ancaman kontraksi berkelanjutan dan melepaskan diri dari perangkap “spiral pertumbuhan rendah” dan bahkan telah berada pada fase percepatan pertumbuhan menuju pertumbuhan berkelanjutan. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan pertanian pada periode tahun 2000-2004 yang memfokuskan pada upaya mengatasi dampak krisis, melalui implementasi Pembangunan Sistem dan Usaha Agribisnis sebagai Grand Strategy pembangunan pertanian. Namun, terlepas dari keberhasilan yang telah dicapai, tantangan pembangunan pertanian saat ini dan mendatang dirasakan semakin berat.
4. Berdasarkan ketinggian dan lamanya genangan lahan rawa lebak dapat dibagi dalam 3 tipologi, sebutkan dan jelaskan 3 tipologi tersebut!
Jawab :
Berdasarkan tinggi dan lama genangan airnya, lahan rawa lebak dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
1) Lahan lebak dangkal adalah lahan lebak yang tinggi genangan airnya kurang dari 50 cm selama kurang dari 3 bulan.
2) Lahan lebak tengahan adalah lahan lebak yang tinggi genangan airnya 50-100 cm selama 3-6 bulan.
3) Lahan lebak dalam adalah lahan lebak yang tinggi genangan airnya lebih dari 100 cm selama lebih dari 6 bulan.
Lahan lebak dangkal umumnya mempunyai kesuburan tanah yang lebih baik, karena adanya pengkayaan dari endapan lumpur yang terbawa luapan air sungai. Lahan lebak tengahan mempunyai genangan air yang lebih dalam dan lebih lama daripada lebak dangkal, sehingga waktu surutnya air juga lebih belakangan. Oleh karena itu, masa pertanaman padi pada wilayah ini lebih belakang daripada lebak dangkal. Lahan lebak dalam letaknya lebih dalam yang pada musim kemarau dengan iklim normal umumnya masih tergenang air dan ditumbuhi oleh beragam gulma terutama jenis Paspalidium, sehingga wilayah ini merupakan reservoir air dan sumber bibit ikan perairan bebas. Lahan ini umumnya jarang digunakan untuk usaha tanaman, kecuali pada areal yang periode tidak tergenang airnya lebih dari 2 bulan atau bila terjadi kemarau panjang.
5. Apa saja kendala yang ada pada sawah tadah hujan dan bagaimana mengatasi kendala tersebut!
Jawab :
Melihat kondisi sekarang, Rendahnya produktivitas pada lahan STH pada tingkat petani karena belum diterapkannya teknik budidaya yang baik. Varietas yang ditanam umumnya masih varietas lokal atau varietas unggul lama, pengendalian gulma kurang intensif dan adanya gangguan hama penyakit. Pada pihak lain tingkat kesuburan tanahnya juga relatif rendah terutama yang menyangkut ketersediaan hara kalium.
Selain itu, fenomena El-nino yang sering terjadi hampir empat tahun sekali selalu mengancam sistem produksi padi dan ketahanan pangan nasional. Wilayah ekosistem sawah tadah hujan umumnya dipenghuni oleh petani miskin dengan infrastruktur yang terbatas. Teknologi yang dterapkan masih didominasi oleh teknologi tradisional sehingga produktivitasnya relatif rendah. Lahan STH juga dilaporkan telah mengalami degradasi kesuburan tanah. Strategi untuk memperbaiki produktivitas lahan STH adalah dengan melalui pendekatan model PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu), khususnya pada budidaya padi gogo rancah.
Cara mengatasi kendala tersebut :
1. Perbaikan aerasi tanah dengan penerapan irigasi berselang,
2. Penggunaan varietas unggul dan bibit tunggal,
3. Pemupukan berimbang berdasarkan status kesuburan tanah (PHSL),
4. Penamabahan bahan organik, dan
5. Penerapan pengendalian gulma terpadu.
6. Memperbaiki pola tanam dan pengolahan lahan yang efektif

Jumat, 24 September 2010

GUE KUPU-KUPU, KURA-KURA, ATAU KUNANG-KUNANG YA?????




Neh ada potongan lagu katanya sih judulnya “Mars Mahasiswa”
“Wahai kalian yang rindu kemenangan, wahai kalian yang turun kejalan demi mempersembahkan jiwa dan raga untuk negeri tercinta.” Katanya sih gue gak tau juga kalo mahasiswa itu keren lho, pas waktu SMA rasanya ngebayangin jadi Mahasiswa itu rasanya perfect deh. Pakaiannya gak resmi lagi, udah bisa pake jeans, bisa masuk dan keluar kapan aja. Wah bisa juga donk jalan-jalan ama temen-temen ama doi bebas juga sih.
Rasanya yang gue tau cuma ada dua yang mempunyai maha, pertama Allah yang maha segala Maha (Maha esa, kuasa, dll), dan satu lagi mahasiswa. Katanya sih turun temurun biasanya mahasiswa ini takutnya ama dosen, dosen takut sama dekan lho (pimpinan fakultas), ternyata dekan juga takut ama rektor (pimpinan universitas) dan rektor takut ama gubernur, gubernur takut ama menteri, menteri takut ama presiden, tapi kok kayak siklus air hujan presiden takut ama Mahasiswa. Emang ada apa ya dengan mahasiswa ini?
Oh ya pas waktu gue baru masuk kuliah pas opdik rata-rata senior itu bilang, “dek tau kalian mahasiswa itu adalah agent of change (agen perubah), iron stock (stock besi), social control (kontrol sosial), dan moral Force (Pembentuk moral).” Wah pas dengar ternyata mahasiswa itu kereen abizzz. (Padahal gue ngerasain aja blum). Capek juga ngomongin mahasiswa gak ada mati dan habisnya dehhh. Mending lihat fenomena yang terjadi di kampus aja dari kalangan mahasiswa.
Ternyata mahasiswa itu banyak nama ya!!! Katanya ada yang namanya apatis, aktivis, puitis, melankolis, kok ngelantur ceritanya. He..He..He. Oke kembali lagi. Kayaknya gue harus seriuss dikit dehh. Ehmm.ehhm.. check!!
Mahasiswa adalah status luar biasa yang melekat pada diri kita. Tidak semua orang berkesempatan menyandang predikat sebagai mahasiswa. Mahasiswa bisa dikatakan tulang punggung rakyat untuk menggantungkan harapannya. Pasalnya, sebagai kaum intelektual, diharapkan mahasiswa saat kembali ke masyarakat benar-benar bisa memberikan kontribusinya pada masyarakat. Oleh karena itu, saat masih berstatus sebagai mahasiswa, perlu dipersiapkan bekal yang nantinya akan bisa diaplikasikan sebagai wujud kontribusinya tersebut. Nah apa hubungannya dengan kupu-kupu, kura-kura, kunang-kunang dan mahasiswa ya? Penasaran mau tau yuuk kita baca lagi!!!
Pernahkah kalian mendengar istilah mahasiswa kupu-kupu, mahasiswa kura-kura dan mahasiswa kunang-kunang? Lho kah itu?
Mahasiswa kupu-kupu di sini maksudnya adalah mahasiswa yang hanya kuliah pulang – kuliah pulang. Mahasiswa tipe ini datang ke kampus hanya untuk kuliah saja (study only). Ketika kuliah (di kelas) selesai, aktivitas lain mungkin ke perpustakaan, ke kantin, atau nongkrong. Setelah itu pulang ke kos atau rumah masing-masing. Hal ini memang menjadi fenomena di lingkungan Kampus. Dianalogikan dengan kupu-kupu karena kampus hanya dijadikan sebagai tempat ‘hinggap’ untuk menimba ilmu dan mengenyam pendidikan formal saja.
Lain halnya dengan mahasiswa kura-kura. Mahasiswa kura-kura di sini maksudnya adalah mahasiswa yang hanya kuliah rapat-kuliah rapat. Dianalogikan dengan kura-kura yang berjalan lambat karena begitu banyaknya mengikuti organisasi, membuat sang mahasiswa tersebut terlambat studinya (lulusnya lama). Sering dia mengabaikan kuliahnya dan lebih fokus pada amanahnya di organisasi. Atau selain hiperaktif di organisasi, dia juga mengabaikan kuliah dan lebih fokus bekerja (bagi mahasiswa yang kuliah sambil kerja), Mahasiswa kunang-kunang disini maksudnya mahasiswa yang hanya kuliah nangkring-kuliah nangkring. Dianalogikan dengan kunang-kunang yang sering berkeliaran dan susah menemukannya, kadang nangkring disini kadang nangkring disana pokoknya jam terbangnya kita tidak tahu dech.
Lantas, mahasiswa yang baik itu seperti apa? Bagaimana menjadi mahasiswa yang ideal?
Mahasiswa, dengan menyandang idealismenya mempunyai peran yang besar dalam lingkungan masyarakat di kemudian hari. Agar peran tersebut benar-benar memberikan pengaruh yang signifikan dalam lingkungan masyarakat, maka aktivitasnya saat menjadi mahasiswa akan menjadi bekal utama untuk mewujudkan tujuan tersebut. Mahasiswa sebagai generasi muda, harta mulia bangsa Indonesia, yang akan menjadi tulang punggung bangsa ini ke depan, mempunyai peran yang luar biasa, sebagai iron stock, social control, agent of change, dan moral force. Tentu, peran yang luar biasa ini tidak akan pernah terwujud jika mahasiswa ke kampus hanya untuk kuliah dan kuliah (study only).
Untuk mewujudkan peranan mahasiswa di atas diperlukan suatu sarana, salah satunya organisasi. Semakin berkembangnya zaman ini, tatanan kehidupan kampus memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang tidak akan pernah didapatkan di bangku perkuliahan. Organisasi merupakan wadah untuk mengasah soft skill, melatih kemampuan komunikasi dan sosialisasi dengan orang lain.
Akan tetapi, mahasiswa tidak dianjurkan fokus dalam organisasi saja. Study oriented mutlak diperlukan karena sebagai insan berpendidikan tak ada lagi orientasi lain bagi seorang mahasiswa selain mencari dan mendapatkan ilmu, yang tidak baik adalah study only atau organisasi only. Masing-masing individu tentunya mempunyai pemahaman tentang menjaga keseimbangan antara studi dan organisasi. Mahasiswa yang cerdas akan mampu memanajemen hal ini dengan baik, bahkan antara studi dan organisasi bisa saling bersinergi sehingga predikat menjadi mahasiswa ideal bisa diwujudkan.
Orang-orang Study Oriented (atau Kupu kupu) menganggap bahwa kegiatan seperti organisasi dan kepanitiaan itu hanya membuang waktu dan uang. Sebaliknya orang-orang yang sering terlibat organisasi mengatakan bahwa belajar terus tidak akan memberikan jaminan mutlak karena praktek dan softskill itu lebih dibutuhkan dari IPK. Nah gue jelasin dikit deh sepengetahuan aja…..
Study oriented adalah paham yang dianut oleh mereka yang memandang prestasi akademik merupakan prioritas utama. Mereka berkeyakinan bahwa hanya dengan menguasai materi secara sempurna, mereka akan mendapat pekerjaan yang tinggi levelnya. Konsekuensi menjadikan prestasi akademis sebagai prioritas utama dalam kehidupan terlihat dari alokasi jadwal mereka yang dititikberatkan pada belajar akademis seperti les, tambahan kelas dan asistensi. Selain terlihat pada alokasi waktu yang dibuat, orang yang study oriented tidak ragu untuk menolak hal-hal atau kegiatan lain yang menggangu jadwal mereka. Tidaklah heran jika prestasi akademis mereka begitu gemilang. Mereka begitu membanggakan prestasi mereka dan sangat percaya bahwa dunia kerja pasti membutuhkan mereka.
Organisasi oriented adalah paham yang dianut oleh mereka yang memandang bahwa softskill (leadership, courage, team work etc) itu lebih dibutuhkan daripada mengejar nilai akademis yang tidak banyak digunakan di dunia kerja nanti. Mereka menganggap bahwa dunia kerja saat ini itu sangat membutuhkan kemampuan-kemampuan pengorganisasian yang cukup terasah. jangan heran apabila orang orang yang terlibat dalam organsiasi terlihat lebih eksis daripada mereka yang study oriented. Kemampuan komunikasi, pengorganisasian dan operasional mereka terlihat bagus. Mereka begitu membanggakan kemampuan mereka dalam berorganisasi dan menganggap orang orang yang hanya belajar saja kerjanya sebagai orang yang rugi, ansos (anti-sosial) dan tidak akan bertahan lama di suatu perusahaan. kecenderungan dari organisatoris adalah mereka tidak unggul dalam masalah prestasi akademik atau mereka tidak suka dengan kuliah.
Kita kuliah ini sebenarnya untuk apa sih? kan untuk mendapat kan pengetahuan yang terkait dengan karir kita nanti. Gue kasih contoh deh, misalnya gue sendiri. Gue memilih untuk berkarir di bidang sosial ekonomi pertanian– agribisnis. Nah apa aja sih pengetahuan-pengetahuan yang kita butuhkan? Untuk bisa menghasilkan karya besar di bidang ini terlebih dahulu gue harus tahu apa itu sosial ekonomi pertanian? apa itu agribisnis? kenapa harus ada ekonomi? kenapa harus ada sosial? bagaimana hubungan antara sosial dan ekonomi pertanian? bagaimana prinsip kerja Agribisnis? Nah kalo misalnya kita ga menguasai pengetahuan-pengetahuan seperti itu kita gak mungkin bisa berkarya di bidang yang kita geluti. Ini semua kita dapatkan dari proses akademis perkuliahan.
Nah selama kita berkarya di bidang yang kita dalami, kita akan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Maka kita juga perlu pengetahuan pengetahuan yang terkait dengan bagaimana gue harus berinteraksi dengan team gue? bagaimana membuat perencanaan? bagaimana mengorganisasikan sumber daya yang ada? bagaimana cara mengevaluasi dan memperbaiki kesalahan? Ini semua adalah softskill-softskill yang hanya bisa dikuasai dengan cara mempraktekkannya secara langsung. Nah lahan untuk bisa mengembangkan pengetahuan dan kemampuan softskill ini bisa kita maksimalkan pada kegiatan kegiatan non akademis.
Sekarang pertanyaannya adalah..
dengan kemampuan gue sekarang, dengan apa yang gue miliki sekarang, dengan apa yang ingin gue capai nantinya. Apa lagi yang harus gue butuhkan untuk bisa berkembang?
Oleh karena itu kita harus merencanakan alokasi jadwal kita. Seberapa besar gue harus fokus pada aspek akademis dan seberapa besar gue harus fokus pada aspek non akademis. Karena kombinasi antara kemampuan konseptual dan kemampuan lapangan lah yang menjadi fokus utama perusahaan-perusahaan dalam melakukan proses Recruitment dan Selection.
Jadi menurut gue gak penting dengan “yang terbaik adalah golongan kami”, apa lagi siapa yang terbaik antara paham-paham dan kebanggaan mahasiswa-mahasiswa SO atau mahasiswa organisatoris atau mahasiswa kupu-kupu, mahasiswa kura-kura dan mahasiswa kunang-kunang. Karena yang penting adalah bagaimana hasil dari pembelajaran kita di kelas ataupun organisasi itu dapat memberikan pengetahuan dan kemampuan yang pada nantinya berguna saat kita dalam proses berkarya.
Intinya, “Masa Tua itu pasti dan masa muda adalah pilihan.”
Akhirnya, apakah layak kita disebut sebagai mahasiswa yang ideal? Atau kita termasuk dalam tipe mahasiswa kupu-kupu? Atau malah kita termasuk mahasiswa kura-kura? Atau mahasiswa kunang-kunang. Jawabannya kembali pada diri kita masing-masing dan sejauh mana kita bertekad untuk berubah. Hidup Mahasiswa!!!!
A-Bad Al-Furqaan
(Badriansyah SOSEK’08)

Senin, 19 Juli 2010

Budidaya Timun dan Penanggulangan Terhadap Hama dan Penyakit Tumbuhan

Timun. Setiap mendengar nama tanaman ini, pasti dibenak kita terasa menyebut sebuah nama tanaman yang namanya melekat dihati rakyat dan cukup melegenda. Bahkan karena melegendanya, orang yang menyebut nama tanaman ini akan terbawa pada kenangan masa lalu, yakni teringat akan nasehat dan petuah-petuah orang tua ataupun nenek moyang. Hal ini dikarenakan, nama tanaman ini banyak dipakai untuk cerita rakyat dan dongeng-dongeng pengantar tidur anak-anak di Asia Tenggara.
Lain cerita dari negeri dongeng, di alam nyata, dulu begitu mendengar nama buah ini yang terlintas dibenak kita adalah buah yang ditanam merambat diatas para-para, bentuk buahnya memanjang, berduri lembut, cukup segar bila dimakan namun akan diakhiri dengan rasa pahit dibagian pangkal buahnya. Walaupun demikian, sejak jaman nenek moyang kita buah ini tetap sangat digemari, dan digunakan sebagai “lalapan”.
Bayangan timun dinegeri dongeng ataupun buah berduri yang berasa pahit diakhir memakannya adalah cerita masa lalu. Sekarang zaman sudah berubah, timun telah banyak mengalami perbaikan-perbaikan baik dalam hal rasa, warna maupun keaneka-ragaman bentuk. Rasa pahit itu, sudah tidak ada lagi. Sedang bentuknya juga semakin bermacam-macam, ada yang bulat lonjong panjang dan pendek. Warnanya juga bermacam-macam dari yang hijau hingga keputihan.
Dari sisi komoditi timun, trend pasar disetiap daerah juga berbeda-beda. Di sebagian daerah ada yang menyukai timun putih, ada juga yang lebih menyukai hijau. Demikian juga ada yang lebih menyukai yang pendek, namun ada juga yang panjang. Trend pasar inilah yang sering disebut sebagai Brand Image. Munculnya brand image pada konsumen ini, dipengaruhi banyak hal misalnya lingkungan, budaya, dan latar belakang masing-masing daerah.
Timun dibudidayakan dimana-mana, baik di ladang, halaman rumah atau di rumah kaca. Tanaman ini tidak tahan terhadap hujan yang terus menerus. Pertumbuhannya memerlukan kelembaban udara yang tinggi, tanah subur yang gembur dan mendapat sinar matahari penuh dengan drainage yang baik. Timun sebaiknya dirambatkan ke para-para dan tumbuh baik dari dataran rendah sampai 1.300 m dpl. Tanaman ini diduga berasal dari daerah pegunungan Himalaya di India Utara.
Timun merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Timun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah.
Habitus Timun berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim: setelah berbunga dan berbuah tanaman mati. Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hermafrodit (banci). Bunga pertama yang dihasilkan, biasanya pada usia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik. Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah, namun dalam budidaya biasanya jumlah buah dibatasi untuk menghasilkan ukuran buah yang baik.
Buah berwarna hijau ketika muda dengan larik-larik putih kekuningan. Semakin buah masak warna luar buah berubah menjadi hijau pucat sampai putih. Bentuk buah memanjang seperti torpedo. Daging buahnya perkembangan dari bagian mesokarp, berwarna kuning pucat sampai jingga terang. Buah dipanen ketika masih setengah masak dan biji belum masak fisiologi. Buah yang masak biasanya mengering dan biji dipanen, warnanya hitam.
A. SISTEMATIKA
Tanaman Timun (Cucumis sativus L.)
Divisio : Magnoliophyta
Subdivio : Angiospermae
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Cucurbitales
Famili : Cucurbitaceae
Genus : Cucumis
Spesies : Cucumis sativus L.

B. BOTANI TANAMAN
a. Akar
Timun memiliki akar tunggang, akar cabang, serta akar serabut yang berwarna keputih-putihan yang menyebar ke semua arah hingga kedalaman 20-30 cm.
b. Batang
Timun berbatang basah, panjang 0,5-2,5 m.
c. Daun
Tanaman ini mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. . Daun tunggal, letak berseling, bertangkai panjang, bentuknya bulat telur lebar, bertaju 3-7, dengan pangkal berbentuk jantung, ujung runcing, tepi bergerigi. Panjang 7-18 cm, lebar 7-15 cm, warnanya hijau. setelah tua warnanya kuning kotor, panjang 10–30 cm, bagian pangkal berbintil, banyak mengandung cairan.
d. Bunga
Bunganya ada yang jantan berwarna putih kekuningan, dan bunga betina yang bentuknya seperti terompet.
e. Buah
Buah bulat panjang, tumbuh bergantung, warnanya hijau berlilin putih, setelah tua warnanya kuning kotor, panjang 10--30 cm, bagian pangkal berbintil, banyak mengandung cairan.
f. Biji
Bijinya banyak, bentuknya lonjong meruncingi pipih, warnanya putih kotor.
C. SYARAT TUMBUH
Untuk mendapatkan timun yang baik kita harus mengetahui syarat tumbuh yang diinginkan oleh timun. Adapun syaratnya sebagai berikut :
1. Tanah
• Tekstur : lempung
• Drainase : baik
• Kedalaman air tanah : 50 cm - 200 cm dari permukaan tanah
• Kedalaman perakaran : di atas 15 cm dari permukaan tanah
• Kemasaman (pH) : 5,5 - 6,8
• Kesuburan : tinggi
2. Iklim
Ketinggian tempat : 1 m - 1.000 m di atas permukaan laut
• Curah hujan tahunan : 800 mm - 1.000 mm/tahun
• Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 5 bulan - 7 bulan
• Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan) : 4 bulan - 6 bulan
• Suhu udara : 170 C - 230 C
• Kelembapan : sedang
• Penyinaran : sedang - tinggi
BUDIDAYA TANAMAN CABE
1. Pengolahan Tanah
• Pencangkulan tanah sedalam 30 cm lalu diratakan, dibuat bedengan ukuran 120 cm x (300 - 500) cm.
• Bersihkan lahan dari gulma, rumput atau pohon yang tidak diperlukan.
• Pada bedengan dibuat lubang dan diberi pupuk kandang 1 kg - 2 kg/lubang.
2. Penanaman
• Biji ditanam langsung ke dalam lubang tanam. Setiap lubang diberi 2 butir - 3 butir. • Jarak tanam 50 cm x 100 cm
• Sediakan turus untuk merambat timun.
3. Pemeliharaan
• Pemasangan ajir dapat dilakukan pada saat penanaman atau setelah tanaman setinggi 30 s/d 50 cm dan langsung diikat, panjang ajir + 1,5 m.
• Siangi pertanaman sebelum dilakukan pemupukan bila terdapat gulma.
• Penyiraman pagi dan sore hari.
• Tanaman yang rusak atau yang sudah mati dicabut dan segera disulam dengan tanaman yang baik.
• Daun yang terlalu banyak segera dipangkas.
4. Pengendalian Hama dan Penyakit
a. Hama
1). Oteng-oteng atau kutu kuya (Aulocophora similis Oliver)
Kumbang daun dengan berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos.
Gejala : merusak dan memakan daging daun sehingga daun menjadi bolong.
Pengendalian : Natural BVR atau Pestona
2). Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)
Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda.
Gejala : Batang tanaman dipotong di sekitar leher akar.
3). Lalat Buah (Dacus cucurbitae Coq.)
Lalat dewasa berukuran 1-2 mm. Lalat menyerang timun muda untuk bertelur.
Gejala : Memakan daging buah sehingga buah abnormal atau membusuk.
Pengendalian : Natural Mentilat
4). Kutu Daun (Aphis gossypii Clover)
Kutu berukuran 1-2 mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai hitam.
Gejala : Menyerang pucuk tanaman sehingga daun keriput, keriting dan menggulung. Kutu ini juga penyebab virus.
Pengendalian : Natural BVR atau Pestona
b. Penyakit
1). Busuk Daun (Downy mildew)
Penyebab : Pseudoperonospora cubensis Berk et Curt. Menginfeksi kulit daun pada kelemababan udara tinggi, temperatur 16-22 ْC dan berembun atau berkabut.
Gejala : Daun bercak kuning dan berjamur, warna daun akan menjadi coklat dan busuk.
Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
2). Penyakit Tepung (Powdery mildew)
Penyebab : Erysiphe cichoracearum. Berkembang jika tanah kering di musim kemarau dengan kelembaban tinggi.
Gejala : Permukaan daun dan batang muda ditutupi tepung putih, kemudian berubah menjadi kuning dan mengering.
Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
3). Antraknose
Penyebab : Cendawan Colletotrichum lagenarium Pass.
Gejala : Bercak-bercak coklat pada daun.
Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
4). Bercak Daun Bersudut
Penyebab : Cendawan Pseudomonas lachrymans. Menyebar pada saat musim hujan.
Gejala : Daun berbercak kecil kuning dan bersudut, pada serangan berat seluruh daun yang berbercak berubah menjadi coklat muda dan kelabu, mengering dan berlubang.
Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
5). Virus
Penyebab : Cucumber Mosaic Virus (CMV), Potato Virus Mosaic (PVM), Tobacco Etch Virus (TEV), dll.
Gejala : Daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung, dan tanaman kerdil.
Pengendalian : Dengan mengendalikan serangga vektor dengan Natural BVR dan PESTONA, mengurangi kerusakan mekanis, mencabut tanaman sakit dan rotasi dengan famili bukan Cucurbitaceae.
6). Kudis (Scab)
Penyebab : Cendawan Cladosporium cucumerinum Ell.et.Arth. Terjadi pada buah timun muda.
Gejala : Ada bercak basah yang mengeluarkan cairan yang jika mengering akan seperti karet, bila menyerang buah tua akan terbentuk kudis yang bergabus.
Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
7). Busuk Buah
Penyebab : Phytium aphinadermatum, Phitopthora sp., Rizhopus sp., Eriwinia carotovora.
Gejala : Phytium aphinadermatum : buah busuk dan basah jika ditekan buah pecah, Phitopthora sp. : bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut, Rizhopus sp. : bercak agak basah kulit buah lunak ditumbuhi jamur, buah mudah pecah, Eriwinia carotovora. : buah membusuk, hancur dan berbau busuk.
Pengendalian : Menghindari luka mekanis, penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan dalam wadah bersih dengan suhu 5-7 .C ْ Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.
5. Panen
a. Ciri dan Umur Panen
Buah timun muda lokal untuk sayuran, asinan atau acar umumnya dipetik 2-3 bulan setelah tanam.
b. Cara Panen
Buah dipanen di pagi hari sebelum jam 09.00 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam.
c. Periode Panen
Timun sayur dipanen 5-10 hari sekaligus tergantung dari varietas dan ukuran/umur buah yang dikehendaki.
Nah bagi temen-temen yang mo budidaya timun silahkan deh!!!!
DAFTAR PUSTAKA

id.wikipedia.org/wiki/Mentimun
http://www.nganjukkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=167:wuku
http://forum.upi.edu/v3/index.php?topic=16875.0
http://www.tanindo.com/abdi12/hal0401.htm
Badriansyah (A-Bad Al-Furqaan)

Kamis, 15 Juli 2010

Ketika Jalanmu bukan yang kau inginkan maka (Ikhlas)

Dengan membandingkan aku bisa mengerti, ketika kesuksesn sesorang yang patut jadi motivasi membakar semangatku untuk maju,namun aku harus melihat kegagalan seseorang yang masih mampu bertahan dengan keadaan yang membuat pantang menyerah sehingga kesuksesan kita belumlah seberapa dari kesuksesan seseorang jadi jangan berbangga dan kegagalan kita belumlah seberapa dari kegagalan seseorang jadi jangan putus asa.
Ketika kita diberi nikmat janganlah merasa sombong karena masih banyak orang yang diberikan nikmat yang lebih dari kita,ketika kita diberi masalah dan musibah janganlah merasa dan putus asa karena masih banyak orang yang diberikan masalah jauh lebih dari kita.Ketika kita menjadi orang kaya janganlah merasa kikir karena masih banyak yang lebih kaya dari kita,ketika kita menjadi orang miskin janganlah menganggap Allah itu tidak adil dan tidak bersyukur karena masih banyak yang jauh lebih miskin dari kita.
Ketika kita merasa paling beriman janganlah merasa hebat karena masih banyak orang yang lebih beriman daripada kita,ketika kita merasa paling berdosa janganlah merasa paling nista karena masih banyak orang yang lebih nista.Ketika kita merasa paling ganteng,tinggi,dan putih janganlah meremehkan orang karena masih ada orang yang lebih dari itu,ketika kita merasa paling jelek,pendek,dan hitam janganlah merasa minder karena masih ada orang yang lebih dari itu.
Ketika kita merasa paling berkuasa janganlah menjadi dzhalim karena masih ada yang lebih berkuasa,ketika kita merasa paling tertindas janganlah menjadi lemah karena masih banyak lebih tertindas.Ketika kita sehat janganlah merasa paling kuat karena masih ada yang jauh lebih sehat dari kita,ketika kita lagi sakit janganlah menggerutu karena masih ada orang yang jauh lebih sakit dari kita.Kesenangan kita tak seberapa dibandingkan orang lain dan masalah kita tak seberapa dibandingkan dengan orang lain.
Ketika usaha sudah maksimal dan hasil tidak sesuai yang diharapkan ada hambatan yang terjadi,mungkin ada rencana lain yang jauh lebih indah.Namun ketika ada kesempatan dan hanya berdiam diri maka itu salah sendiri.Karena Allah tidak mengubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tidak mengubahnya.Dan Allah dapat mempermudah semua urusan kita.
Sekarang aku memahami ilmu ikhlas sesungguhnya ketika usaha kita telah maksimal dan hasil tak sesuai yang diharapkan masalah pun datang secara serentak,maka itulah rencana Allah,ikhlas kita itu bukan hasil yang kita harapkan,ikhlas kita itu bukan jodoh kita,ikhlas kita itu bukan rezeki kita,ikhlas kita itu bukan kesempatan kita,dan ikhlas kita menjalani hidup ini.untuk apa memikirkan masalah dengan hanya memikirkan yang harus dilakukan adalah melakukan pergerakan untuk mencari solusi.So,lakukanlah apa yang ada dihadapanmu.Mungkin hari esok akan jauh lebih baik.Ya Allah setelah aku memahami ilmu ikhlas ini tuntunlah aku untuk dapat mengaplikasikannya.Agar aku tidak jadi orang yang mengeluh.Biarlah anjing menggonggong dan kafilah berlalu.karena inilah aku dengan kekuranganku.karena aku ingin menjadi diriku sendiri.Ya Allah aku ingin bangkit.jadi ketika itu bukan kesempatan kita, bukan jodoh kita,bukan milik kita,dan bukan bagian kita,mungkin itu yang terbaik buat kita.Dan Allah punya rencana lain dibalik itu semua.Semangat!

Badriansyah (A-Bad Al-Furqaan)

“Ketika Ucapan Tidak Sesuai Tingkah Laku dan Pemimpin yang haus akan Kekuasaan Duniawi”

Fenomena yang terjadi di dalam kehidupan sekarang ini sangat terlihat jelas ketika seseorang berbicara tentang kebaikan tapi dia sendiri tidak mengerjakannya. Ketika kita semua adalah terlahir sebagai seorang da’i tapi terkadang mampu menasehati orang lain tapi tidak bisa menasehati diri sendiri. Bahkan seorang pemimpin yang kita lihat berkelakuan baik namun tidak disangka ternyata dia tidak lebih baik dari kita. Ketika seorang telah di pandang sebagai orang baik sulit untuk menghilangkan pandangan bahwa dia orang baik walupun dia melakukan kesalahan yang fatal.
Embel-embel Islam yang dipaparkan untuk menarik simpati ternyata bukan untuk kebaikan islam dan umat keseluruhan tapi malah untuk popularitas dan kekuasaan semata. Inilah yang menjadi gambaran pada zaman sekarang terlihat jelas NATO (No Action Talk Only), dengan mudah berkomentar tapi tanpa sadar mungkin begitu susahnya jadi seorang pemimpin. Terkadang pada zaman moderen ini banyak bicara saja tanpa melakukan apa-apa. Hanya bisa mengkritik dan menasehati tanpa mau membantu memecahkan masalah yang ada malah menambahi masalah. Sifat manusia pada dasarnya sering mencari kesalahan orang lain tapi tidak pernah mencari kesalahan diri sendiri. Allah berfirman dalam surah Ash-Shaff ayat (2-3) :
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?, Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS.Ash-Shaff 2-3).
Menjadi pemimpin di zaman sekarang ini sangat mudah, bahkan dengan segala macam cara kekuasaan itu harus dimilikinya. Yang mereka kejar adalah kesenangan duniawi yang didapat melalui jabatan dan kekuasaan. Mereka lupa dengan pertanggung jawaban di hari Kiamat. Mereka tidak segan-segan bermanuver dan merekayasa untuk mendapatkan jabatan dan kekuasaan.
Pemburu kekuasaan itu beralasan, jika kepemimpinan itu tidak direbut, maka ia akan dipegang oleh orang-orang Fasik dan tangan yang tidak Amanah, yang akan menyebarkan kemungkaran dan maksiat. Tapi jika ini dipegang oleh orang soleh dan beriman, akan dapat mewujudkan kemaslahatan bagi masyarakat luas. Alasan ini memang indah kedengarannya.
Namun kenyataannya, semua yang berebut jabatan mengklaim bahwa ia lebih baik dari yang sedang memimpin. Dan tidak ada yang dapat memberi jaminan bahwa jika ia memimpin, keadaan akan menjadi lebih baik. Bahkan rata-rata orang pandai berteriak sebelum menjadi pemimpin, tetapi setelah masuk ke dalam sistem, mereka tidak bisa berbuat banyak. Akhirnya mengikuti gaya orang sekuler. Yang mencoba bertahan dengan idealisme, mendapat serangan dan kecaman dari berbagai pihak, lalu akhirnya menyerah kepada keadaan.
Sebaliknya pada zaman Salafus-sholeh ambisi jadi kepemimpinan itu rendah. Bahkan para sahabat bertolak-tolakan untuk menjadi pemimpin.
Abu Bakar Shiddiq diriwayatkan, sebelum diminta menjadi Khalifah menggantikan Rasulullah mengusulkan agar Umar yang menjadi Khalifah. Alasan beliau karena Umar adalah seorang yang kuat.
Tetapi Umar menolak, dengan mengatakan, kekuatanku akan berfungsi dengan keutamaan yang ada padamu. Lalu Umar membai’ah Abu Bakar dan diikuti oleh sahabat-sahabat lain dari Muhajirin dan Anshor.
Dari gambaran percakapan ini dapat kita pahami bahwa generasi awal Islam, yang terbaik itu, memandang jabatan seperti sesuatu yang menakutkan. Mereka berusaha untuk menghindarinya selama masih mungkin. Tapi di zaman ini, keadaannya sudah berubah jauh.
Para Sahabat dulu sangat berat menerima untuk menjadi pemimpin, dikarenakan mereka mengetahui konsekuensi dan resiko menjadi pemimpin. Mereka mendengar hadits-hadits Nabi SAW tentang tanggung jawab pemimpin di dunia dan di akhirat. "Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya. Imam (kepala negara) adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya...".
Dalam hadits lain Nabi Muhammad SAW memprediksi hiruk pikuk di akhir zaman soal kekuasaan dan menjelaskan hakikat dari kekuasaan itu. Beliau bersabda seperti disampaikan oleh Abu Hurairah
“Kalian akan berebut untuk mendapatkan kekuasaan. Padahal kekuasaan itu adalah penyesalan di hari Kiamat, nikmat di awal dan pahit di ujung. (Riwayat Imam Bukhori).
Rasulullah SAW juga memperingatkan mereka yang sedang berkuasa yang lari dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan kaumnya dan tidak bekerja untuk kepentingan kaumnya, dengan sabda beliau : “Siapa yang diberikan Allah kekuasaan mengurus urusan kaum Muslimin, kemudian ia tidak melayani mereka dan keperluan mereka, maka Allah tidak akan memenuhi kebutuhannya.” (Riwayat Abu Daud).
Oleh karena itu luruskan niat kita dalam menapaki kehidupan ini, segala yang kita lakukan harus ikhlas tanpa paksaan. Ketika kita tidak sanggup dengan suatu amanah jangan memaksakan untuk menerimanya demi kepentingan popularitas tapi kita harus melakukan apa yang bisa kita lakukan.
By : Badriansyah (SOSEK FP’08)